:: Tradisi Santri - Bahasa Gaul

Dalam kehidupan sehari-hari, santri diberi kebebasan sepenuhnya untuk menggunakan bahasa yang difahaminya, namun dalam pengantar pendidikan di kelas diutamakan bahasa Indonesia yang sesekali diselingi bahasa Jawa dan Arab

Sementara itu jumlah santri yang begitu banyak dan berasal dari berbagai daerah yang berbeda-beda yang tentu membawa logatnya sendiri-sendiri, membuat suasana di komplek menjadi sangat meriah, karena tak jarang muncul banyak kejadian-kejadian lucu sehubungan dengan beberapa perbedaan dalam memahami bahasa

sebutan
A r t i n y a
mas santri sebutan masyarakat untuk santri putra
mbak banat sebutan masyarakat untuk santri putri
ndalem rumah Kyai
ngalor bertemu denga santri putri yang masih muhrim
ngidul pergi ke kota Pacitan untuk suatu keperluan
kumpul musyawarah
maridl sakit
masdu' sakit kepala / pusing
mudhif mendapat tamu
majeg kos makan
ngendil masak sendiri di dapur umum [tidak kos makan]
ngipah makan gratis
mazda nasi bungkus
kamar lampu santri pondok yang nyambi kerja pada Kyai
nambal melengkapi catatan pelajaran yang tertinggal
nyatet hutang di warung
nastamir membaca Al Qur'an bersama sebelum maghrib di masjid
nahun tidak pulang selama 3 tahun 3 bulan 3 hari
naik panggung berprestasi [mendapat ranking] di ujian akhir taun
takror belajar bersama di kelas masing-masing
ro'an kerja bakti
ruju' pulang
sowan menghadap Ustadz/Kyai
i'lan pengumuman
ghoib tidak masuk sekolah tanpa ijin
ta'zir hukuman bagi santri yang melanggar
keleran mengarak santri yang melanggar dihadapan santri lainnya
amblas keluar dari pondok sebelum lulus [drop out]
[ Update ]