:: Tentang Kami - Asbaabul Wurud
:: Latar belakang dan sejarah berdirinya pondoktremas.com

Sudah lama sekali saya bermimpi, Pondok Tremas punya website sendiri, hal ini mengingat kemajuan teknologi dan peradaban yang semakin jauh melesat yang mau tidak mau kita mesti ikut didalamnya,  sebagaimana sabda Nabi SAW. bahwa al insaan ibnu zaman.

Sementara itu dunia TI yang sudah teramat canggihnya, sehingga hanya dengan waktu sekian detik, sebuah kabar sudah bisa tersebar keseluruh dunia, dengan biaya yang teramat murah pula misalnya melalui e-mail. Begitu pula dengan hal lain yang sebelumnya tidak pernah bisa kita bayangkan dalam benak kita seperti mailing list, e-commerce dan sebagainya.

Namun begitu, tanpa adanya maksud untuk merendahkan, harus kita akui bahwa tingkat pendidikan dan pengetahuan sebagian besar umat Islam, dalam hal ini khususnya keluarga besar Tremas termasuk alumni, yang masih gaptek,  sering membentuk opini bahwa internet dan semua yang berhubungan dengannya dengan beragam nama yang disandang  adalah identik dengan pornografi, kejahatan, kekurang ajaran, dan yang paling dirasakan adalah pemborosan, malah kadang dunia internet dituding sebagai salah satu penyebab terbesar dalam pembobrokan mental generasi muda hingga membuat internet terpojok dengan satu tuduhan yang kadang tidak jelas ujung pangkalnya.

Memang harus kita akui, ada sebagian orang, dan bahkan mungkin teramat banyak jumlahnya yang berkedok internet untuk menjalankan aksi kejahatannya, seperti cyber crime, spam, virus, pembobolan kartu kredit dan sebagainya sebagaimana yang bisa kita lihat dan kita baca di media-media informasi. Akan tatapi jumlah tersebut masih jauh dibawah seluruh pengguna internet yang benar-benar menggunakan internet untuk membantu melaksanakan kegiatan guna memenuhi kebutuhannya, bukankah Alloh telah menggariskan bahwa dunia dan seluruh isinya ini hanya sebagai sarana untuk mencapai sesuatu yang tidak lain tidak bukan hanyalah Ridho Ilahi.

Dari sinilah saya berfikir keras, bagaimana membuat internet ini sebagai sarana ukhuwah dan dakwah dengan konsep yang sederhana sehingga bisa diterima dan dinikmati oleh sebagian besar dan bahkan seluruh komunitas keluarga besar pondok Tremas tanpa kecuali, mengingat dan tanpa mengurangi rasa hormat bahwa sebagian besar dari mereka masih gaptek.

Pemikiran itu terus menghantui kemana saya pergi, siang dan malam saya selalu memendamnya, tapi gimana caranya, pengetahuan saya dalam bidang internet adalah nol besar, sementara untuk kursus ndak ada biaya, hingga suatu hari ketika ada sedikit rizki saya sempatkan untuk jalan-jalan ke toko buku, dan setelah berjam-jam muter akhirnya saya ambil sebuah buku tentang desain web dengan frontpage 2002 yang paling murah se-Indonesia, cuma Rp. 19,700,-. Berbekal buku itu saya mencoba mempraktekkan satu demi satu teori desain web dengan komputer daur ulang milik sodara saya. Namun pada akhirnya mandek lagi karena ternyata isi buku itu tidak sesuai dengan yang saya harapkan dan habis saya baca sekaligus saya praktekkan hanya dalam waktu kurang dari sehari, lha wong isinya standart banget. Akhirnya saya harus kembali gigit jari, vakum. Lagi pula selain desain, masih banyak yang belum saya ketahui, apalagi kalo bicara masalah dana. Ah mumet aku. Sampai suatu hari iseng-iseng saya nelpon ke sebuah perusahaan webhosting dan ternyata hanya dengan uang kurang dari 1 juta kita udah bisa punya website sendiri, dari situ semangat saya kembali membara. mulai hari Senin, 23 Agustus 2004, siang malam saya melek di depan komputer, setiap hari mulai dari jam 6 pagi sampai jam 2 dinihari, tapi ternyata mendesain website emang tidak mudah, apalagi konsep dan isi tulisannya sama sekali belum ada, makanya saya sampai masuk angin pula, dan perlu waktu hampir seminggu untuk membuat halaman pertamanya –maklumlah otodidak, trial and error- akhirnya setelah 2 minggu lebih, selesailah konsep dasar website impian itu. dan perlu waktu sekitar 1 bulan untuk menerjemahkan konsep itu

Setelah desain awal yang seadanya itu selesai, giliran duitnya yang ndak ada, aduh... gimana nich. namun kuasa Alloh memang benar-benar diatas segalanya, disaat yang teramat genting itu -ciee dramatis kan?- ndelalah adekku yang udah bertahun-tahun jadi TKW pulang dari Arab Saudi, akhirnya berbekal duit hasil hutang itu aku daftarkan nama www.pondoktremas.com

Namun kesulitan tidak berhenti sampai di situ, karena desain amatiran yang aku buat di Jakarta dengan Windows XP, ternyata berantakan ketika aku buka dirumah yang hanya pakai Windows 98. hal ini memaksa aku tuk kelabakan cari pinjeman komputer ke rumah al akh Abdul Haris. setelah dapet pinjeman pun aku masih gedandapan cari line telpon, maklum dirumahku belum ada telpon. akhirnya setelah mubeng-mubeng koyo gabah den interi, aku gotong komputer pinjamanku ke tempat saudara yang jaraknya hampir 200 meter untuk up-loadnya, dan ndelalah servernya error, ndak bisa dihubungi pula, aduh.

Ujian rupanya belum selesai, beberapa bulan setelah itu, seluruh file yang aku simpan di Madiun tempat aku kerja secara tidak sengaja terhapus karena virus yang menyerang bios, sementara itu tuntutan pekerjaan yang mengharuskan aku selalu mobile antara Madiun dan Gianyar - Bali, membuat aku sangat kesulitan menyusun kembali website impian ini, untuk beberapa waktu semuanya harus tertunda. namun semua itu tidak lantas membunuh semangatku, dengan nglembur-nglembur seusai jam kerja, aku mulai menyusun kembali halaman demi halaman website ini, dan setelah nganggur lagi aku mulai berfikir keras untuk segera merealisasikam mimpi itu, berbekal duit hasil keringatku yang tidak seberapa itu aku membeli sebuah buku Macromedia DreaweaverMX -karena desain yang telah aku buat dengan Frontpage ternyata berantakan bila dicoba buka pakai browser selain IE- dan menggunakan sisanya untuk pergi ke Jakarta, sebab tidak mungkin aku membuatnya di rumah karena komputer bututku menolak untuk diinstal Macromedia DreamweaverMX, lagi pula kalo di Jakarta akses ke webhostingnya menjadi lebih mudah. setelah beberapa hari nglembur rata-rata 14 jam sehari akhirnya jadilah website impian itu seperti yang anda lihat pada tampilan wesite terdahulu (sekarang yang njenengan saksikan ini udah desain tahap ke-4), dan alhamdulillah perjuangan itu tidak sia-sia, karena pada akhirnya -setelah sowan kesana kemari- website ini diakui sebagai situs resmi Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan.

Adapun mengenai pemilihan nama pondoktremas dalam website ini, adalah karena praktis dan fleksibel, dua hal yang sangat penting dalam dunia internet. sedangkan nama Attarmasi atau Atturmusi terlalu sulit untuk orang kebanyakan karena tidak umum lan ora njawani. Dari sinilah saya berkesimpulan bahwa menggunakan nama www.pondoktremas.com dalam website ini jauh lebih praktis, fleksibel, mudah di ingat dan di ucapkan, serta telah melegenda dan di kenal dunia internasional sebagai sebuah brand pesantren ternama.

Satu yang perlu njenengan ketahui bahwa website ini murni saya persembahkan untuk Tremas, dan itu saya gambarkan dengan bentuk huruf < t > -untuk desain yang sekarang berubah menjadi < T >- yang menjadi dasar layoutnya, adapun mengenai pemilihan warna hijau dan kuning muda yang mendominasi web ini dan istilah-istilah yang ada didalamnya dengan tidak menutup kemungkinan akan adanya perubahan pada perkembangannya nanti, adalah karena manut sunah Kanjeng Nabi bukan karena hal lain  yang bersifatkan duniawi.

Sebenarnya aku pengin untuk me-lauching www.pondoktremas.com di internet pada tanggal 12 september 2004 yang bertepatan dengan tanggal 27 Rojab 1425 H, sebuah hari besejarah bagi kita umat Islam, dimana Kanjeng Nabi pada saat itu ribuan tahun yang lalu melakukan Isro' wal Mi'roj dengan terbang jauh  keangkasa, menjadi tonggak keberadaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada pada saat ini, namun karena alasan teknis, seperti yang telah saya ceritakan diatas, maka baru pada hari Jum'at, tanggal 18 Maret 2005- aku mampu menghadirkan www.pondoktremas.com pada njenengan sedoyo untuk yang pertamakalinya.

Sekali lagi saya masih pemula banget dalam bidang desain web, semuanya hanya pake ilmu ngawurisasi, makanya mohon di maklumi apabila hasilnya pun masih jauh daripada memuaskan, dan keliatan ndeso banget, gitu ya? yaa tapi ndak papa lah wong namanya juga amatiran, lagian semuanya hanya berbekal komputer bekas dan program standar serta niat, tekad dan nekad, nggak ada yang istimewa namun sarat makna. Satu yang pasti bahwa jauh di lubuk hati saya yang paling dalam, saya berjanji -njenengan saksinya- bahwa saya akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mengembangkannya agar dimasa yang akan datang website ini bisa diterima dan bermanfaat bagi semua kalangan, khususnya keluarga besar Pondok Tremas.

Selanjutnya untuk sementara pengelolaan situs ini akan saya tangani sendiri -tentunya dengan bantuan dari njenengan sedoyo sesama alumni Tremas- dan suatu saat nanti apabila santri Tremas telah siap, situs ini akan saya serahkan sepenuhnya kepada Pondok Tremas.

Akhirnya saya ucapkan terima kasih pada beberapa pihak yang telah membantu pembangunan website ini dan saya sangat mengharapkan bantuan dari teman-teman alumni, dan atau siapa saja yang berprinsip lillahita’ala lii'laai kalimatillah untuk pengembangan website ini selanjutnya.

Jakarta,   Maret 2005

e_dhiem@z